...................................................................
Jika kebun Itu memekarkan bunga,
maka Kupastikan Ia Tak Layu Selamanya......^_^,
inilah Kebun Cinta Kita...
dimana
Alloh menatapnya dengan tatapan Cinta, maka bergeloralah rasa, maka
terbitlah rindu, mengirimkan getar-getar dawai hati....
maka Berkatalah lelaki Sholeh ini....
"Maukah Engkau Menjadi Istriku..."
Ini adalah Impian di setiap sejarah Perjalanan hidup seorang Wanita
Di lamar
Di Pinang
Lelaki Sholeh
Siapa yang tak mau….!
Maka biarlah sejarah bercerita tentang kita
Tentang potret lelaki sholeh ini
)I(Muhammad, Lelaki Setia di sepanjang Sejarah Cinta)I(
Seperempat
abad lamanya Rasulullah saw hidup bersama Khadijah. Perempuan agung
yang pernah mendapatkan titipan salam dari Allah lewat malaikat Jibril
ini menyimpan keagungannya begitu apik pada gabungan yang sempurna
antara pesona jiwa dan raganya. Dua kali menjanda dengan tiga anak sama
sekali tidak mengurangi keindahan fisiknya. Tapi apa yang menarik dari
kehidupannya mungkin bukan ketika akhirnya pemuda terhormat, Muhammad
bin Abdullah, menerima uluran cintanya. Yang lebih menarik dari itu
semua adalah fakta bahwa Rasulullah saw sama sekali tidak pernah
berpikir memadu Khadijah dengan perempuan lain. Bahkan ketika Khadijah
wafat, Rasulullah saw hampir memutuskan untuk tidak akan menikah lagi.
Bukan
cuma itu. Bahkan ketika akhirnya menikah setelah wafatnya Khadijah,
dengan janda dan gadis, beliau tetap berkeyakinan bahwa Khadijah tetap
tidak tergantikan. “Allah tetap tidak menggantikan Khadijah dengan
seseorang yang lebih baik darinya,“ kata Rasulullah saw.
)I(Firasat sang Bunda Hasan Al Banna)I(
Tak
ada nada indah yang mampu menandingi, keindahan lantunan nada-nada
Cinta Allah dalam Al Qur’an. Ini pula yang menggetarkan kalbu Bunda
Hasan Al Banna, Bagaimanapun juga, dirinya tahu Putranya itu sudah
selayaknya Menikah, dan yang layak mendampinginya adalah, sosok muslimah
yang bisa menjadi sandaran Hasan Al Banna, ketika dakwah memaksanya
untuk jeda sejenak.
Maka aspek Ruhiyah, adalah wajib hukumnya,
maka kecintaan pada Al Quran adalah parameter nilai untuk mengukurnya,
maka lantunan indah tilawah quran itu adalah bukti konkret kecintaan
pada kalam illahi ini. Dan inilah dasar pertimbangan Bunda Hasan Al
Banna menjatuhkan pilihan, kepada wanita itu, untuk mendampingi
putranya.
Maka sejarah mencatat, Hasan Al Banna, telah melakukan
perannya dalam dakwah, menelurkan Cintanya pada Agama ini, Maka Lahirlah
Ikhwanul Muslimin, Harokah Dakwah terbaik saat ini di bawah kaki
langit, maka siapakah perempuan yang ada disampingnya.
Maka benarlah Firasat sang Bunda……
)I( Buah Cinta Zaid bin Haritsah)I(
Jika ada penyimpan Rahasia yang terjaga sangat baik, maka ini adalah orangnya Zaid bin Haritsah.
Beliau adalah anak angkat Rasulullah saw, sahabat juga orang yang sangat dikasihi dalam Islam.
Jika ada wanita yang sering Rasulullah saw sebut-sebut sebagai Ibu maka wanita ini lah orangnya
“Ummu Aiman adalah ibuku satu-satunya sesudah ibunda ku yang mulia wafat, dan satu-satunya keluargaku yang masih ada.”
Inilah Gambaran Kecintaan Rasulullah saw, kepada Ibu Susunya itu.
“Siapa Yang Mau Menikahi wanita Surga, maka Nikahilah Ummu Aiman” Seru Rasulullah saw
Maka
Zaid bin Haritsah lah yang mengangkat tangan, ketika semua tangan ragu
melihat perbedaan umur yang sangat jauh, dengan Ibu susuan rasulullah
saw itu.
Tapi Allah mempunyai rencana lain, selisih dua generasi
antara Zaid dan Ummu Aiman, mengundang Kebarokahan Allah, dengan
hadirnya Putra Mereka yang bernama Usamah bin Zaid, Sang Panglima Perang
Termuda dalam Sejarah Sahabat Nabi.
Di bawah bimbingan Ummu Aiman dan Zaid , Usamah tumbuh menjadi anak yang Sholeh
Dalam rekam sejarah di sirah nabawi kita lihat bagaimana
Usmah
menangis, Waktu terjadi Perang Uhud, Usamah bin Zaid datang ke hadapan
Rasulullah saw. beserta serombongan anak-anak sebayanya, putra-putra
para sahabat. Mereka ingin turut jihad fi sabilillah. Sebagian mereka
diterima Rasulullah dan sebagian lagi ditolak karena usianya masih
sangat muda. Usamah bin Zaid teramasuk kelompok anak-anak yang tidak
diterima. Karena itu, Usama pulang sambil menangis. Dia sangat sedih
karena tidak diperkenankan turut berperang di bawah bendera Rasulullah.
Apa yang menggerakkan si kecil Usamah, kalau bukan bimbingan kedua orang tuanya yang sholeh
Maka benarlah ungkapan Rasulullah saw terhadap Usamah….
“Al-Hibb wa Ibnil Hibb” (kesayangan anak kesayangan).
Usamah lahir dari buah Cinta Lelaki Sholeh Zaid bin Haritsah…
Yang meletakkan cinta di tempat semestinya…..
)I( Kebun Cinta Kita Ya Ukhti…Komitmen Lelaki Surga)I(
Cinta
adalah kata yang mewakili seperangkat kepribadian yang utuh: gagasan,
emosi dan tindakan. Gagasannya adalah tentang bagaimana membuat orang
yang kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi baik, dan berbahagia
karenanya. Ia juga emosi yang penuh kehangatan dan gelora karena seluruh
isinya adalah semata-mata keinginan baik. Tapi ia harus mengejawantah
dalam tindakan nyata. Sebab gagasan dan emosi tidak merubah apa pun
dalam kehidupan kita kecuali setelah ia menjelma jadi aksi.
Maka Ucapan
“Aku Cinta Padamu”
Adalah deklarasi Kepribadian, juga pembuktian diri, di hadapan Allah, juga istrimu tentunya
Maka hanya lelaki sholeh saja yang mampu, membuat cinta istrinya terus berkembang
Tak menyusut dan habis
Maka ucapan di malam Pertama, tentang penjabaran Visi Surga, wajib hukumnya
Berbicaralah dari hati kehati, dengan istrimu
Berkomitmen.
Mengingat kembali perkataan kita sebelum akad di ucapkan
………."Maukah Engkau Menjadi Istriku..."
Ini adalah bentuk lain dari kata “Aku Cinta Padamu”
Disinilah pembuktian Deklarasi Kepribadian dilihat semua orang
Apakah Kebun Cinta itu menjadi layu, atau mekar mewangi
Rasulullah saw, Zaid Bin Haritsah, juga Hasan Al Banna, telah mengukir peran mereka sebagai lelaki Sholeh di pentas sejarah
Maka saat ini adalah Giliranmu……..
)I(hamzah)I(