Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

Life is so beautiful....


Waktu sedang "jaya", kita merasa banyak teman di sekeliling kita. 

Waktu sedang "berkuasa", kita PeDe melakukan apa saja. 

Waktu tak berdaya, barulah kita sadar siapa aja sahabat sejati yg ada. 

Waktu "jatuh", kita baru sadar selama ini siapa aja teman yg memperalat & memanfa'atkan kita. 

Waktu "sakit", kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta. 

Manakala "miskin", kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi / bersedekah dan saling membantu. 

Masuk usia "tua", kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan. 

Saat di ambang "ajal", kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia2. 

Hidup tidaklah lama Sudah saatnya kita bersama² membuat HIDUP LEBIH BERHARGA:
Saling menghargai Saling membantu Saling memberi Saling mendukung 

Jadilah teman setia tanpa syarat 

Jangan saling memotong & menggunting sesama teman. 

Tunjukkanlah bahwa Anda masih mempunyai Nurani 

Jauhkan niat jahat untuk mencelakai teman 

Jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita, 

Percayalah, akan ada "Akibat" krn ada "Sebab". 

Apa yg ditabur, itulah yg akan dituai. 

"Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, Bunga selalu mekar, dan 

Mentari selalu bersinar. Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, Senyum di setiap air mata, 

Berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap do'a.... 

Jangan pernah menyerah , Terus berjuanglah, Life is so beautiful.... 

'Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan......

Jumat, 23 September 2011

Father and Son

Malem ini gw coba memahami sebuah lirik lagu lama, berjudul "Father and Son". Lirik nya "English" gitu loch,, yg pastinya gw jarang banget perhatiin secara makna lagunya, makanya paling klo denger lagu2 barat pasti tau lirik2nya doank tanpa mau tau arti/maksud si artis penyanyi-nya -_!..

Lagu ini dinyanyikan pertama kali oleh Cat Stevens, yg kini t'lah hijrah menjadi seorang muslim (nama muslimnya Yusuf Islam). Lagu ini bercerita tentang sebuah dialog seorang Ayah dengan Anak lelaki yg mulai dewasa yg ingin memulai hidup barunya..

langsung aja nih lirik nya gw tampilin disini.. :)

Father and Son
 
It's not time to make a change,
Just relax, take it easy.
You're still young, that's your fault,
There's so much you have to know.
Find a girl, settle down,
If you want you can marry.
Look at me, I am old, but I'm happy.

I was once like you are now, and I know that it's not easy,
To be calm when you've found something going on.
But take your time, think a lot,
Why, think of everything you've got.
For you will still be here tomorrow, but your dreams may not.

Son
How can I try to explain, when I do he turns away again.
It's always been the same, same old story.
From the moment I could talk I was ordered to listen.
Now there's a way and I know that I have to go away.
I know I have to go.

(Father )
It's not time to make a change,
Just sit down, take it slowly.
You're still young, that's your fault,
There's so much you have to go through.
Find a girl, settle down,
If you want you can marry.
Look at me, I am old, but I'm happy.


(Son-- Away Away Away, I know I have to
Make this decision alone - no) 


(Son )
All the times that I cried, keeping all the things I knew inside,
It's hard, but it's harder to ignore it.
If they were right, I'd agree, but it's them They know not me.
Now there's a way and I know that I have to go away.
I know I have to go.
(Father-- Stay Stay Stay, Why must you go and
Make this decision alone?)


nih Videonya... :) kayanya lebih enak gw tampilin yg versi feat. Ronan Keating yah...



bagi yg faham makna liriknya,, sedih pastinya... T_T

Senin, 19 September 2011

Do'a


dear blogger, hari ini gw dapet cerita yg menurut gw menarik utk disimak, ceritanya begini ;
"......Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final.
Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri,sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark.
Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna.
Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya.
Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya.

Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa.

Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?" Mark terdiam.
"Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."
Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan. 

dear blogger,
Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.
Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian.
Mark, tak memohon tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya.

Anak itu juga tak meminta tuhan mengabulkan semua harapannya.
Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.
Namun, mark, bermohon pada tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua.

Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita.
Terlalu sering juga kita meminta tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian.

Terlalu sering kita berdoa pada tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.
Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-nya, tuntunan-nya, dan panduan-nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat.

Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini.
Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. 


Oke,, Smoga terinspirasi ya.. ^^