Tampilkan postingan dengan label Tips.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips.. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Oktober 2011

Menghapus "file sampah"di otak dan hati anak kita

..........................
........................................
Ketika anakmu menangis
ada dua sebab

Faktor Orang Tua
Faktor anak itu sendiri

saya tak akan membahas tentang Faktor dari diri anak itu sendiri, karena itu adalah bahasa mereka..
ungkapan jiwanya....

yang kita bahas saat ini adalah karena
FAKTOR ORANG TUA...

Maka Omelan kita
Maka Bentakan kita
Maka Cubitan,kita
Maka (maaf) menganiyaya anak itu sendiri
adalah penyebab anak kita menangis

Alasan letih pulang Kerja
tak bisa dibenarkan..
Alasan jenuh karena di rumah terus
tak dapat dijadikan alasan...

Maka anak dengan kepolosannya
akan menangis

Jika itu terkumulatif sekian lama
Maka selain nangis
Maka Meledaklah
ocehan si kecil....

ada saja yang diucapkan
dan sama persis dengan yang kau ucapkan dulu
ketika memarahi dirinya....

Inilah File sampah itu
yang tersimpan dijiwa polosnya
di nuraninya yang bening.

LIHAT FASE UMUR ANAKMU SEBAGAI TINDAKAN TERAPI..

sebelum Umur 5 Tahun
Jika File sampah itu menumpuk, dan dibawah jenjang usia ini
anak mu mengeluarkan ocehannya
Maka Harus dibersihkan File Sampah itu

Bagaimana Caranya?
1.Jika anak kita bertipe aktif
Maka masukan dia kedalam suasana, yang akan menghabiskan energinya dengan bermain sambil belajar
dan berikan juga Olah raga, dalam hal ini Bela diri yang Paling Cocok

2. Jika anak bertipe Pendiam
Maka masukkan dia kedalam suasana, yang dapat menyalurkan Imajinasinya. Maka memberikan alat-alat gambar atau musik adalah bagian dari sarana itu.

Setelah umur 5 Tahun ke atas
anak pada usia ini, jika File Sampah itu menjadi ocehan
maka akan sulit dihapus secara cepat.
Tapi bisa dihapus

Bagaimana Caranya?
Biasakan komunikasi, biasakan bertanya apa keinginannya.

setelah itu arahkan mana yang benar, mana yang salah
butuh waktu, tapi akan menghapus file sampah itu...

INI TAK BOLEH DILUPA !!

Engkau sebagai orang tua, juga harus merubah sikapmu
Sebagai suami, harus ada waktu bermain dengan anak
harus ada waktu berbincang dengan anak
harus menjaga suasana Istri ketika istri datang bulan
karena pada fase ini emosi Istri tak stabil
maka mengkondisikan anak agar tidak rewel
adalah bagian dari tugasmu sebagai seorang ayah...

Sebagai Ibu
jangan pernah seharipun tidak memeluk anakmu
karena Frekewensi bathin ibu dan anak itu kuat
sejak 9 bulan dikandungan, maka frekewensi itu mulai dibentuk
maka setelah melahirkan, dekapan hangat adalah dalam rangka menjaga sinyal itu

Fakta membuktikan anak-anak yang orang tuanya pekerja, yang jarang dirumah
maka kedekatan anak itu ketika dewasa, dengan orang tua akan kurang
tak peduli
sebelum masalah benar-benar datang.

Maka Ibu, harus sering memeluk anak-anaknya
agar anak-anak itu menjadi penurut
karena telah memiliki kedekatan bathin
hal ini juga berlaku bagi seorang ayah.

Kita harus sadar
mendeteksi dini
File-file sampah itu
agar tidak kita temukan
KARAKTER ANAK DURHAKA
MEMBANGKANG ORANG TUA

Karena kita sendiri penyebabnya

sahabat, delete File Sampah itu......

Rabu, 21 September 2011

5 area yang harus kita perhatikan dalam membesarkan anak kita



Meski belum punya momongan (boro2.. bini aje belom.. >,<) tp kayaknya tips ini layak menghiasi blog gw.. hehehe..
langsuang aja nih tipsnya.....

Ada 5 area yang harus kita perhatikan dalam membesarkan anak kita:
1. Mengajarkan anak2 tentang arti disiplin.
2. Membiasakan mereka untuk mengucapkan "Terima Kasih".
3. Mengajarkan mereka untuk selalu mengucapkan kata "Tolong" saat meminta sesuatu.
4. Mengajarkan mereka untuk sopan.
5. Mengajarkan mereka untuk percaya diri.

Fase2 dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:
• 0-5 tahun - fase Disiplin: Pada fase ini penting bagi orangtua untuk dengan tegas dan jelas memberitahukan pada anak mana yang BOLEH dan mana yang TIDAK BOLEH.

• 6-12 tahun - fase Training: Orangtua harus lebih banyak memberikan contoh.

• 13-18 tahun - fase Coaching: Pada fase ini penting bagi orangtua untuk menjadi mentor dan sekaligus pembimbing bagi anak-anaknya.

• 19 tahun keatas - fase Friendship: Pada fase ini penting bagi orangtua untuk hadir menjadi seorang sahabat bagi anak-anaknya.


Note:
Jangan memutarbalikkan fase-fase di atas, contohnya fase Friendship dilakukan pada waktu anak2 masih kecil, hal ini akan menimbulkan rasa tidak hormat anak kepada orangtua.

Sebaliknya jangan terlalu dini mengirim anak ke luar negeri karena kita akan kehilangan fase Coaching.


Bagaimana caranya:
1. Bawakan Perintah Agama, dan Larangan2nya dengan jelas.
2. Ajak anak berdoa bersama.
3. Berikan contoh (teladan) tindakan yang baik pada anak lebih banyak kelakuan sehari2 dulu daripada lewat kata-kata.
4. Beri anak pujian jika ia berbuat baik. Anak butuh dorongan 2x lipat dibanding teguran.
5. Gunakan hati dan tangan kita untuk berdoa bagi anak2 kita....

Bagaimana? udah siap punya anak ? :hammer

Semoga bermanfaat ya tipsnya.. ^^